Tampilkan postingan dengan label batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Mei 2013

Berak Kapur pada Murai Batu

Mengatasi Berak Kapur Pada Burung Murai batu

Gejala :Penyakit ini biasanya sering terjadi pada burung dan akan terlihat kotoran burung seperti encer serta berwarna putih dan dubur burung akan terlihat basah, serta aktivitas pada burung akan lesu dan bulu terlihat kusam tidak fresh, sayap turun atau terkulai bisa juga akan nafsu makannya menjadi berkurang dan burung terlihat mengantuk serta bulu seperti merinding.


Pencegahan:Harus bisa dan wajib menjaga kebersihan kandang burung, dan juga tempat makan dan tempat minum burung harus bersih serta sangkar sekali-kali kalo bisa disemprot dengan disinfektan, kemudian pisahkan burung tersebut agar tidak menulari burung yang lainnya.


Pengobatannya:Coba Vitatetrachlor dan dicampur dengan air minum, dosis sesuai dosis yang berlaku, juga bisa di obati dengan Sulfamix yang diberikan secara oral ( melalui mulut burung ).

Atau

Masukkan StopSnot 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 7 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung dengan burung dirawat di dalam sangkar karantina dengan dipasangi lampu sebagai penghangat.
Baca selengkapnya »

Minggu, 05 Mei 2013

PERTANDA MURAI BATU SUDAH SIAP KONTES



Murai batu ( copychus malabaricus) adalah salah satu keluarga dari jenis Turdidae atau sikatan dan jenis ini termasuk salah satu jenis burung yang mampu berkicau dengan merdu, berirama dan penuh variasi dengan suaranya yang khas. 

Tidak hanya itu murai batu juga dikenal karena gayanya yang atraktif dan memukau terlebih dengan naluri tempurnya yang selalu berkobar koba. 

Murai batu yang sudah siap dilombakan bisa dikenali dengan ciri ciri sebagai berikut:

  • Usia harus sudah mapan, dengan begitu mentalnya pun bisa stabil dan sifat fighternya tinggi, usia yang siap lomba minimal 2 tahun
  • gayanya yang mulai ngeplay dengan kepala keatas penuh kewaspadaan, energik dan sangat sensitif terhadap suara suara yang mengganggu,
  • Murai Batu lebih dominan dengan suara yang berulang (ngeban) dengan intonasi yang kuat, keras sampai terlihat tubuhnya bergetar sewaktu berbunyi.
  • Murai Batu terdengar rajin mengeluarkan suara suara isian dengan intonasi keras saat mendengar suara suara aneh.
  • Murai batu terbiasa dengan suasana keramaian, karena seperti halnya kacer ada juga muray batu yang gacor dirumah tetapi begitu dibawa ke lapangan malah membisu tidak mau bunyi.
  • Bentuk fisik terlihat proporsional, tidak gemuk dan tidak kurus.
  • murai batu sudah terbiasa dibawa trek dengan burung murai lainnya dengan jumlah lebih dari tiga burung, agar burung tidak demam panggung begitu dibawa ke arena lomba dengan peserta yang banyak dan juga tidak terlalu galak.
  • Kotoran yang terlihat kecil dan kering, serta sering disertai adanya muntahan kering bekas makanannya.

Dengan melihat ciri dan kondisi seperti diatas, burung murai batu bisa dikatakan sudah siap untuk dibawa ke lapangan, mengenai aksi dan penampilannya tentu saja tergantung dari rawatan kitanya. semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya »