Tampilkan postingan dengan label pohon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pohon. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Mei 2013
TIPS Agar Pohon Pepaya Pendek dan Berbuah Lebat
TIPS Agar Pohon Pepaya Pendek dan Berbuah Lebat
Seringnya, pohon pepaya akan mulai berbuah ketika tanaman meninggi, hal ini tentu saja menyulitkan kita untuk memetiknya. Mau dipanjat takut rubuh, mau pakai galah takutnya pepaya malah hancur saat jatuh. Bisakah tanaman pepaya dibuat pendek agar mudah dipetik? Bisa kok.
Begini Caranya...
1. Setelah bibit pepaya yang kita tanam berusia sekitar 1 bulan atau ketinggian 40-50 cm, potong pupusnya agar tumbuh beberapa tunas di batang bawah.
2. Tunggu sekitar 10 hari tunas baru akan bermuculan. Setelah itu batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar 15 cm dari tanah atau dari tunas ke-3 / ke-5. Agar bekas potongan tidak membusuk sebaiknya dibungkus plastik.
3. Seminggu setelahnya mulai dilakukan seleksi tunas. Sisakan satu saja yang paling bagus.
4. Setelah itu lakukan perawatan terhadap pohon pepaya sebagaimana biasa. Insya Allah, dalam beberapa bulan ke depan bunga bakal buah pun mulai bermunculan.
TAMBAHAN :
Menyiapkan Bibit yang Baik
Sebelumnya tentu kita harus mempersiapkan bibit yang bagus agar tanaman mampu berbuah maksimal. Tanaman pepaya biasa diperbanyak dengan biji, maka sebaiknya pilih benih pepaya dengan syarat berikut:
1. Diambil dari buah yang masak penuh di pohon
2. Dari tanaman induk yang bebas dari hama dan penyakit
3. Produksinya tinggi dan kualitas buahnya baik
4. Ukuran biji seragam
5. Biji diambil dari buah bagian ujung.
Biji diambil dari buahnya dengan cara memotong buah dengan pisau. Pemotongan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai biji. Kemudian biji dikeluarkan dari buahnya. Yang dipakai sebagai benih adalah biji-biji yang terdapat di ujung buah. Dalam 1 buah hanya diambil kira-kira 2/3 nya dan sisanya tidak dipakai. Biji-biji yang terdapat pada pangkal buah dekat tangkai buah biasanya daya kecambahnya lebih rendah dibanding yang di ujung buah. Hal ini karena pada bagian pangkal biasanya buah pepaya lebih kecil, sehingga pertumbuhan biji dalam buah juga kurang baik. Ini yang berpengaruh terhadap perkecambahan biji pepaya.
Biji-biji yang sudah dikeluarkan dari buahnya kemudian dicampur dengan abu dapur dan diangin-anginkan selama 3 hari. Setelah itu disimpan di tempat yang lembab sambil menunggu waktu penyemaian. Biji pepaya dapat ditanam langsung atau melalui pembibitan dahulu. Untuk mendapatkan bibit yang baik dan pertumbuhan tanaman yang baik, sebaiknya dilakukan pembibitan dahulu baru dipindah tanam di lapangan.
Sebagai tempat pembibitan digunakan kantong-kantong plastik (polybag). Kantong-kantong plastik diisi campuran tanah lapisan atas dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1. Pupuk kandang atau kompos yang digunakan harus sudah masak, yaitu dengan jalan dikomposkan lebih dahulu. Pupuk kandang yang masih baru atau belum masak tidak baik untuk campuran media tanam, dan akibatnya dapat mematikan tanaman yang ditanam.
Setelah kantong plastik diisi media, kemudian dibuat lobang-lobang kecil pada kantong plastik untuk saluran pembuangan air siraman yang tidak dapat dimanfaatkan bibit. Air yang berlebihan di dalam kantong plastik justru dapat menghambat pertumbuhan bibit pepaya. Kemudian biji pepaya ditanam pada kantong plastik, 1 kantong plastik ditanami 1 biji.
Selama di pembibitan bibit pepaya harus selalu mendapat air yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman paling tidak sehari sekali. Pada umur 1 bulan bibit pepaya diberi pupuk. Pupuk yang digunakan adalah urea dengan dosis 1 gram tiap bibit. Bibit sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh, karena bibit belum tahan terhadap sinar matahari yang terik. Pada umur 2 bulan bibit pepaya dapat dipindah tanam di lapangan.
Teknik Menanam
Bibit yang sudah siap tanam diambil dari kantong plastik dengan cara merobek kantong plastik. Usahakan tanah di dalam kantong plastik masih tetap menempel di akar bibit. Hal ini dimaksudkan supaya tidak terjadi stagnasi pertumbuhan tanaman, yaitu tanaman berhenti tumbuh beberapa waktu karena harus beradaptasi dengan tanah yang baru. Sebelun penanaman sebaiknya dilakukan seleksi bibit. Bibit yang pertumbuhannya kurang baik, bengkok, atau terserang hama penyakit sebaiknya tidak perlu ditanam.
Catatan Kecil :
CARA BERTANAM TABULAMPOT
TEKNIK SUPAYA Tanaman Terus Berbunga
AGAR Tanaman Mawar Berbunga Lebat
CARA GAMPANG MEMBUAT RUMAH CANTIK DENGAN PAGAR TANAMAN
Tipspetani Mengganti Pot Tanaman Anggrek
Artikel Membuat Kebun Untuk Pekarangan Rumah
TANAMAN HIAS DAN CARA PERAWATANNYA
Tips Untuk Mempercantik Tanaman Tillandsia
Bibit yang sudah terpilih dimasukkan dalam lobang tanam. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan dengan tangan supaya tanaman cukup kuat dan tidak roboh. Setelah penanaman segera dilakukan penyiraman air secukupnya. Untuk tanaman baru tindakan penyiraman sangat diperlukan. Penyiraman dilakukan sehari sekali sampai tanaman berumur 1 bulan. Apalagi pada musim kemarau. Untuk itu sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan.
Referensi:
1. http://agrobuah.wordpress.com/2011/06/08/pepaya-berbuah-cepat/
2. Pengelolaan Tanah Pekarangan Sebagai Sumber Penghasilan yang Permanen, karya Imam Suprayitna, SP., penerbit: C.V. Aneka, cet. ke-1 Maret 1996, hal. 40-42
Rabu, 08 Mei 2013
BONSAI POHON BERINGIN
Beringin,,,ya, sebuah spesies tanaman yang telah banyak sekali kita ketahui. Tahukah anda bahwa dalam dunia bonsai, pecinta bonsai yang masih pemula biasanya menyukai beringin sebagai pilihannya. Kenapa ? Menurut mereka, beringin mudah dibentuk dan mudah sekali pertumbuhannya. Pemula menyukai pohon ini karena sifatnya yang bandel dan tidak menuntut lingkungan untuk dia hidup kaya akan hara, tidak rewel dalam pengurusan. Selain itu keunggulan pohon beringin adalah mudahnya ranting dibentuk sedemikian rupa, sesuai kehendak yang membuat.
Namun, tahukah anda bahwa sebetulnya membuat bonsai dari beringin adalah paling sulit ? Alasan ini saya kemukakan karena banyak sekali orang yang menganggap bahwa membuat bonsai dari beringin sangat mudah. Coba anda buat sendiri bonsai beringin yang sesuai kriteria, busyet dah susah banget. Balancing antara tajuk dengan tinggi pohon lah yang biasanya membawa masalah, selain itu kadang juga si beringin ini malas mengeluarkan ranting atau cabang. Jika tanah dalam pot subur, maka akan tumbuh ranting banyak sekali. Namun ketika tanah menjadi subur, daun menjadi membesar dan ini mengakibatkan ketidak sesuaian bentuk bonsai.
Ficus retusa, Ficus Microcarpa, Ficus Benyamina dan Ficus glauca hanya merupakan sebagian kecil pohon dari kelas ficus. Di alam liar masih banyak ficus ficus lain yang masih menunggu sentuhan. Oleh karena itulah, ketika anda mendengar kata kata Ficus, jangan lantas dalam fikiran anda itu membayangkan sebuah pohon beringin. Beringin hanya merupakan salah satu Species saja.
Untuk jelasnya saya sertakan beberapa Foto foto bonsai dari kelas Ficus.
Keren, angker, membuat mata kita terbelalak takjub. Perakaran yang kokoh menopang penampilan bonsai ini.
Dapatkah anda membayangkan jika pohon ini betul betul besar ? apakah yang akan anda lakukan dibawah pohon tersebut ? Tidurankah ? atau ?
Tangan tangan dan jari jari pohon ini sempurna, nah,,,apakah anda bisa melakukan ini ? Saya yakin jika anda rajin melakukan pemeliharaan yang optimal, hasilnya akan menjadi seperti ini.
Bonsai ini adalah dari kelas Ficus Retusa.
Lihatlah perakaran yang kokoh..
keren…
Langganan:
Komentar (Atom)