Tampilkan postingan dengan label telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Cara Penetasan Telur Burung

Cara Penetasan Telur Burung


Pelaksanaan penetasan telur burung dengan menggunakan mesin penetas PUI-30. 

  • Burung Merpati
  • Burung Perkutut
  • Burung Puyuh
  • Burung Dekukur
  • Dan burung yang sejenis
Teknis pelaksanaan penetasan dari hari ke hari adalah sebagai berikut : 

HARI KE-1 penetasan
Setelah sumber pemanas dihidupkan, pintu dan lubang ventilasi dari mesin penetas ditutup rapat, jangan sekali-kali mencoba membukanya dan suhu tetap dipertahankan 37-38 oC. Aturan ini berlaku dalam jangka waktu 48 jam atau selama dua hari berturut-turut sampai suhu ruang mesin tetas benar-benar sudah stabil. Isi nampan/baki tempat air dengan air bersih untuk menciptakan kelembaban dalam ruangan mesin penetas, wadah air selalu dikontrol setiap saat mulai dari hari ke-1 sampai hari ke-17 

HARI KE-2 penetasan
Mesin tetas dalam kondisi tertutup rapat, sementara suhu ruangan sama seperti pada hari ke-1 

HARI KE-3 penetasan
Mulai dilakukan pemutaran telur. Kegiatan pemutaran telur dilakukan tiga kali atau dua kali sehari, misalnya pagi, siang, dan malam, atau pagi dan sore saja. Pemutaran telur dilakukan secara rutin setiap hari mulai hari ke-tiga sampai hari ke-15 dengan rentang waktu yang sama. 

HARI KE-4 penetasan
Kegiatan yang dilakukan meliputi pemutaran telur, pembukaan lubang ventilasi selebar ½ bagian . Suhu mesin penetas 37-38 oC. Nampan/baki tempat air perlu diperiksa, apakah air yang ada didalamnya masih ada atau sudah habis. 

HARI KE-5
Kegiatan sama seperti hari ke-4, hanya saja lubang ventilasi dibuka selebar 3/4 bagian. 

HARI KE-6
Lubang ventilasi dibuka seluruhnya. Kegiatan sama seperti pada hari ke-5 

HARI KE-7
Jangan lupa pemutaran telur tetap dilakukan 3 atau 2 kali sehari sampai hari ke-15. Untuk suhu tetap seperti pada hari sebelumnya. Mulai dilakukan peneropongan telur (sebaiknya dilakukan pada malam hari, agar hasil pengamatan keadaan di dalam telur dapat terlihat dengan jelas). Melalui peneropongan tersebut dapat diketahui telur yang fertile (telur yang terbuai oleh burung jantan) dan telur yang infertile (telur yang kosong) dan kematian embrio di dalam telur lihat gambar pada penetasan telur ayam hari ke-7. Nampan/baki tempat air perlu diperiksa. 

Telur yang fertile dimasukkan kembali ke rak didalam mesin penetas, sedangkan telur yang kosong/infertile atau yang embrionya mati dikeluarkan. Untuk telur yang kosong/infertile masih layak untuk dikonsumsi. Suhu mesin penetas tetap dipertahankan 37-38 oC, dan lubang ventilasi dibuka seluruhnya. 

HARI KE-8
Kegiatan masih pada pemutaran telur,seperti yang dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Lubang ventilasi tetap dibuka seluruhnya. Suhu ruang mesin penetas tetap 37-38 oC. 

HARI KE-9
Kegiatan sama dengan hari ke-8 

HARI KE-10
Kegiatan sama dengan hari ke-9 

HARI KE-11
Kegiatan sama dengan hari ke-10 

HARI KE-12
Kegiatan sama dengan hari ke-11 

HARI KE-13
Kegiatan sama dengan hari ke-12 

HARI KE-14
Kegiatan sama dengan hari ke-13 

HARI KE-15
Tidak boleh lagi melakukan pemutaran telur, sampai telur menetas. Memasuki hari ke-15 sampai hari ke-17 telur mengalami masa kritis yang pada saat tersebut embrio mengalami perubahan yang sangat cepat untuk menjadi anak burung (piyek) yang sempurna sehingga sangat peka terhadap perubahan temperature di dalam ruang penetasan. Suhu ruangan mesin penetas 37-38 oC. 

HARI KE-16
Sebagian telur mulai retak. Pada saat seperti ini ruangan mesin penetas membutuhkan kelembaban yang lebih tinggi daripada hari-hari sebelumnya. Untuk mencapai suasana tersebut, kita dapat menambahkan volume air pada wadah/tempat air. Suhu masih 37-38 oC dan lubang ventilasi tetap terbuka. 

HARI KE-17
Semua telur sudah menetas. Bila ada yang belum menetas berarti embrio di dalam telur telah mati dan tidak perlu ditunggu lagi. Wadah air di dalam ruang mesin tetas dikeluarkan akan ruangan tidak lembab. Biarkan sejenak anak-anak burung yang baru menetas tetap berada didalam ruang mesin penetas. Suhu yang dibutuhkan masih tetap 37-38 oC dan lubang ventilasi tetap terbuka seluruhnya. 

HARI KE-18
Seluruh kegiatan penetasan dianggap selesai. Anak-anak burung dapat dikeluarkan dari ruang mesin penetas dan dipindahkan ke kotak pembesaran yang sudah disiapkan sebelumnya. Proses pemindahan hendaknya dilakukan secara hat-hati karena kondisi tubuh anak burung yang masih lemah. 


Baca selengkapnya »

Sabtu, 04 Mei 2013

CARA MUDAH MEMBUAT PENETAS TELUR SEDERHANA

PANDUAN PRAKTIS CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN KONTROL PANAS OTOMATIS

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi kebocoran maka suhu dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara panas akan keluar melalui lubang tersebut. 

Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.

Bahan dan Alat 

Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari listrik adalah sebagai berikut: 
- Multiplek / triplek 9 mm 
- Engsel 
- Kawat ram Ø 0.5 cm 
- Seng 
- Thermostaat 
- Kabel listrik 
- Fiting lampu 
- Steker listrik 
- Lampu bohlam
- Thermometer
- Baki/nampan air
- Paku triplek dan lem kayu

Sedangkan peralatan yang digunakan: gergaji kayu, gergaji besi, meteran, alat tulis, bor, obeng, tang, pahat kayu dan palu.

Cara Membuat

Potong multiplek/triplek dengan ukuran seperti pada (gambar 1) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.


Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi udara dan berilah penutup yang dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 1).


Buat lubang pada bagian bawah kotak dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar pelat seng (gambar 1). Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika terjadi pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat seng tersebut lampu minyak. 

Buat rak untuk tempat meletakkan telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 3). Bahan rak tempat telur dapat dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, yang penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin penetas.


BAGIAN DARI MESIN TETAS

Regulator / Thermostat

Gambar 7 Thermostat

Adalah alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara otomatis. Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit, untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga kapsul. Lihat Gambar 7

Cara Menseting Thermostat

Lihat Gambar 7 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau menseting agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 40o C lampu pijar padam, maka caranya adalah 


Jika sebelum suhu 40o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi sakelar/mikroswitch).
Jika suhu sudah lebih dari 40o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam (kapsul mendekati sakelar/mikroswitch).
Cara Merangkai Thermostat 


Baki/Nampan Air

Kegunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun secara drastis.

Rak Telur

Berfungsi sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan kapasitasnya.

Ventilasi

Diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada didalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur tersebut mati.

Thermometer

Berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.

ALAT PENDUKUNG PENETASAN

Alat Candling / Teropong Telur
Digunakan untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi / fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau dapat pula dibuat dari pipa paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm didalamnya diberi lampi pijar. Kedua sisi pipa ditutup, salah satu sisinya diberi lubang lagi selebar ukuran telur. 

Untuk keperluan peralatan Thermostat dan Thermometer, kami menyediakan paket pembuatan mesin tetas sederhana semi otomatis. Silahkan lihat DISINI

Jika ada yang belum jelas mengenai pembuatan mesin tetas sederhana ini silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar dibawah ini.

Semoga bermanfaat...
sumber
Baca selengkapnya »