Tampilkan postingan dengan label tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

INFO TENTANG JAMUR TEMPE


SEKILAS TENTANG JAMUR TEMPE

Tempe merupakan makanan yang asli berasal dari Indonesia. Bahan utama pembuatan tempe adalah kacang kedelai. Kacang ini berubah menjadi bentuk yang padat oleh karena terjadi proses fermentasi yang dibantu oleh aktifitas jamur. Proses fermentasi tersebut menyebabkan senyawa-senyawa kompleks di dalam kedelai terhidrolisis menjadi komponen zat yang jauh lebih mudah untuk dicerna tubuh manusia. Jamur tempe atau yang juga disebut dengan kapang tempe, memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan butir kedelai menjadi tempe yang padat. Jamur yang biasa digunakan untuk tempe ini merupakan kelompok Zygomycota yang memang terdiri dari benang-benang hifa yang bersekat.


Rhizopus Oligosporus

Seperti telah dijelaskan bahwa jenis jamur yang lazim digunakan dalam pembuatan tempe berasal dari kelompok Zygomycota. Spesifikasi jenis jamur dari kelompok tersebut yang digunakan untuk tempe adalah Rhizopus Oligosporus dan Rhizopus Stolonifer. Namun, secara umu, jenis jamur yang paling umum digunakan oleh petani tempe adalah jenis Rhizopus Oligosporus. Jamur ini sering juga disebut dengan jamur benang. Karakteristiknya berupa koloni abu-abu dengan sedikit degradasi coklat. Ketinggian jamur tempe ini bisa mencapai 1 mm.

SEKILAS TENTANG JAMUR TEMPE



Rhizopus Oligosporus menghasilkan sebuah enzim bernama Fitase. Kerja enzim ini adalah memecah Fitat dan membuat komponen senyawa makro pada kacang kedelai dilebur atau dipecah menjadi kompenen mikro yang lebih sederhana. Hal ini yang menjadikan zat gizi pada tempe jauh lebih mudah untuk diolah oleh tubuh kita. Jamur ini juga bisa memfermentasikan substrat lainnya, memproduksi beberapa enzim (salah satu enzim yang diproduksi yaitu enzim golongan protase) dan bahkan bisa digunkana untuk mengolah beberapa jenis limbah.

Warna Putih Tempe

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, dari mana datangnya warna putih pada tempe yang menyelubungi kacang kedelai. Warna putih tersebut merupakan warna alamiah yang bersumber dari pertumbuhan miselia jamur tempe atau kapang tempe. Miselia ini yang kemudian merekatkan bebijian kedelai sehingga tekstrurnya menjadi padat. Miselia ini dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama hifa, yakni struktur biologis berupa berkas-berkas yang sangat halus dan merupakan bagian integral vegetatif jamur. Hifa atau miselia atau miselium bisa dikatakan adalah bentuk tubuh jamur yang sebenarnya. Fungsi hifa sendiri sama seperti akar dan daun pada tumbuhan sempurna.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Rhizopus_oligosporus
Baca selengkapnya »

Minggu, 12 Mei 2013

TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR

TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR
TENTANG BURUNG LOVEBIRD ISTIMEWA DI MATA PENGGEMAR

Lovebird Lutino , Hijau Palamas, Pastel Kuning saat ini paling di buru oleh peternak maupun pemain, kenapa?. Apakah sekedar untuk koleksi atau memang bunyi nya bagus dan ngekeknya panjang.

khabar burung dari beberapa pemain dan peternak, burung seperti Lutino,


Hijau palamas dan pastel kuning itu masuk dalam kriteria burung bagus dari segi ocehannya, karena masuk dalam ciri2 :

1. Cucuk Merah

2. Kepala Merah

3. Mata Merah

walaupun mungkin ada burung yang diluar itu, punya ocehan bagus, tapi para pemain dan peternak tetap menyimpulkan bahwa burung itu pasti masih punya trah cucuk merah, kepala merah dan mata merah.


tentang kebenaran 
Baca selengkapnya »

Senin, 06 Mei 2013

SEKILAS TENTANG BURUNG KUTILANG

SEKILAS TENTANG BURUNG KUTILANG

Cucak Kutilang atau Kutilang adalah sejenis burung kicauan dari suku Pycnonotidae. Masyarakat dari daerah Sunda menyebutnya cangkurileung, orang Jawa menamainya ketilang atau genthilang, mengikuti bunyi suaranya yang khas. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sementara nama ilmiahnya adalah Pycnonotus aurigaster; mengacu pada bulu-bulu di sekitar pantatnya yang berwarna jingga

Kebiasaan dan Penyebaran 

Cucak kutilang kerap mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi jalan, kebun, pekarangan, semak belukardan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.600 meter dpl. Sering pula ditemukan hidup meliar di taman dan halaman-halaman rumah di perkotaan. Burung kutilang acapkali berkelompok, baik ketika mencari makanan maupun bertengger, dengan jenisnya sendiri maupun dengan jenis merbah yang lain, atau bahkan dengan jenis burung yang lain. 

Seperti umumnya merbah, makanan burung ini terutama adalah buah-buahan yang lunak. Cucak kutilang sering menjengkelkan petani karena kerap melubangi buah pepaya dan pisang yang telah masak di kebun. Namun sebaliknya burung ini menguntungkan petani karena juga memangsa pelbagai jenis serangga, kupu-kupu dan ngengat ulat dan aneka hewan kecil lainnya yang menjadi hama tanaman. 




Burung Kutilang memiliki kebiasaan untuk berjemur dan mandi embun setiap pagi,hal ini berguna untuk menjaga bulunya yang terus di minyaki. Minyak ini berasal dari bagian belakang dekat ujung ekornya yang berhubungan dengan badan. Burung Kutilang juga memiliki kebiasaan menaikan jambulnya bila senang maupun ingin buang air besar. Burung Kutilangpun memiliki masa "Mabung" yaitu saat dimana bulu yang lama rontok dan berganti bulu yang baru. Di saat Mabung burung Kutilang akan cenderung lebih diam baik secara suara maupun gerakan. 

Sarang cucak kutilang berbentuk cawan dari anyaman daun rumput, tangkai daun atau ranting yang halus. Telur dua atau tiga butir, berwarna kemerah-jambuan berbintik ungu dan abu-abu. Tercatat bersarang sepanjang tahun kecuali Nopember, dengan puncaknya April sampai September. 


Burung kutilang menyebar luas di Tiongkok selatan dan Asia Tenggara kecuali Malaysia , Jawa serta Bali. Diintroduksi ke Sumatra dan Sulawesi, beberapa tahun yang silam burung ini juga mulai didapati di Kalimantan.

Perawatan burung ini terbilang cukup mudah karena burung ini dikenal sebagai burung yang mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga seliar apapun burung ini jika sudah lama dirawat maka akan menjadi jinak, terlebih jika memelihara burung ini dari piyikan maka akan mudah perawatan dan juga proses penjinakannya. Untuk makanannya bisa dibilang tidak merepotkan karena burung - burung jenis Cucak-cucakan sangat menyukai Buah-buahan dan serangga.
Baca selengkapnya »